Cegah resiko Kanker dengan olahraga di Pagi Hari, Studi membuktikannya!

Cegah Kanker dengan Olahraga di Pagi Hari, Studi Membuktikan! 


Sebuah penelitian baru mampu menunjukkan bahwa orang yang berolahraga rutin di pagi hari antara pukul 8:00 hingga 10:00 lebih kecil kemungkinannya untuk terserang kanker jika dibandingkan mereka yang biasa berolahraga di siang hari. Penelitian baru ini telah menunjukkan bahwa orang-orang yang biasa berolahraga di pagi hari mungkin memiliki risiko untuk terkena kanker yang lebih rendah daripada orang orang yang berolahraga di sore hari. Penelitian telah di terbitkan di International Journal of Cancer ini dapat membantu untuk menginformasikan penelitian masa depan tentang waktu olahraga yang tepat sebagai cara potensial untuk mengurangi risiko terkena kanker. 



Kanker, tidur, serta olahraga 


Penelitian yang dilakukan telah menunjukkan bahwa melakukan olahraga rekreasi juga dapat mengurangi risiko seseorang terkena berbagai jenis kanker. Informasi ini penting karena saat ini tingginya jumlah orang yang mengidap kanker dan juga jumlah yang meninggal karena penyakit ini. Misalnya saja di Amerika Serikat, para ilmuwan telah memperkirakan bahwa pada akhir tahun 2020, sekitar 1.806.590 orang akan didiagnosis terkena kanker, sedangkan 606.520 orang tersebut akan meninggal karena penyakit ini. Mengingat banyaknya orang yang telah mengidap kanker, bahkan perubahan sekecil apapun, perubahan waktu seseorang berolahraga dapat untuk memberikan kontribusi yang signifikan untuk mengurangi dampak terkenanya kanker di seluruh populasi. Pada tahun 2018, 46,7% orang dewasa di negara AS tidak memenuhi pedoman aktivitas fisik seperti aerobik minimum. 
Meningkatkan aktivitas fisik serta juga mengoptimalkan saat paling efektif mungkin merupakan salah satu cara yang mungkin untuk mengurangi prevalensi kanker di tengah-tengah masyarakat. Ada juga sebuah bukti bahwa ritme sirkadian seseorang yang mungkin memiliki kaitan dengan peluang mereka untuk terkena kanker. Frasa ritme sirkadian mengacu pada proses biologis yang memengaruhi siklus tidur-bangun seseorang. Badan Internasional untuk Penelitian tentang Kanker juga telah mengklasifikasikan tingkat bukti yang mengaitkan shift kerja malam yang mengacukan ritme sirkadian seseorang sebagai “mungkin” karsinogenik bagi manusia. Secara khusus, para peneliti juga telah mengaitkan kerja shift malam dengan peningkatan risiko terkena kanker payudara . 
Bukti kanker prostat memang masih belum jelas. Ilmuwan telah menunjukkan bukti bahwa olahraga juga memiliki hubungan dengan ritme sirkadian seseorang. Menurut penelitian pada tahun 2019, berolahraga di waktu siang hari dapat membantu meningkatkan ritme sirkadian seseorang dan juga mengurangi efek buruk dari pola tidur yang terganggu . Mengingat bahwa olahraga juga berpotensi mengurangi risiko kanker serta meningkatkan ritme sirkadian dan ritme sirkadian yang terganggu dapat meningkatkan risiko terkena kanker, penulis dari penelitian baru tersebut berhipotesis bahwa waktu aktivitas fisik juga dapat memengaruhi risiko kanker. 

1.285 orang yang terkena kanker, 1.510 kontrol 


Untuk menguji hipotesis tersebut, para peneliti yang ada di balik penelitian ini menganalisis data dari 2.795 partisipan. Para pesertanya merupakan bagian dari studi multi kasus kontrol Spanyol ( MCC-Spanyol ), yang bertujuan untuk memahami berbagai faktor-faktor penyebab kanker yang umum di Spanyol dan bagaimana cara mencegahnya. Dari 2008-2013, peneliti telah mewawancarai para peserta untuk mengetahui rekreasi seumur hidup dan juga aktivitas fisik rumah tangga mereka. Rata-rata 3 tahun kemudian, para peneliti menilai waktu kapan orang berolahraga. Para peneliti yang secara khusus mengamati 781 wanita yang telah menderita kanker payudara dan juga menanggapi kuesioner tentang aktivitas fisik yang mereka lakukan dan 504 pria yang memiliki penyakit atau menderita kanker prostat serta juga memberikan data tentang waktu latihan mereka. 
Para peneliti telah memilih kontrol dalam studi MCC-Spanyol secara acak dari catatan praktik umum. Para peneliti juga mencocokkan mereka dengan orang-orang dalam penelitian dengan kanker-kanker yang memiliki jenis kelamin yang sama dan juga usia yang sama. Kontrol dalam penelitian ini juga untuk menanggapi pertanyaan lanjutan tentang aktivitas fisik serta waktunya. 

Olahraga pagi serta risiko kanker yang berkurang 


Para peneliti telah menemukan bahwa aktivitas fisik antara pukul 8:00 hingga 10:00 memiliki potensi efek yang lebih menguntungkan yang paling kuat dalam mengurangi kanker payudara dan juga prostat. Sekitar 7% orang dengan penyakit kanker payudara dan 9% orang dalam kelompok kontrol tersebut melakukan sebagian besar olahraga mereka di pagi hari. Sekitar 12,7% para penderita kanker prostat dan juga 14% kelompok kontrol melakukan senam pagi. 
Para peneliti melakukan pengembangan model yang menunjukkan bahwa kemungkinan terkena kanker payudara berpotensi menjadi 25% lebih rendah karena berolahraga di pagi hari jika dibandingkan dengan tidak berolahraga. Namun, kepercayaan pada statistik dari perkiraan ini berkisar dari penurunan sekitar 52% hingga peningkatan risikonya yaitu 15%. Hasilnya menunjukkan gambaran yang serupa untuk kanker prostat. Model tersebut telahmemperkirakan bahwa mereka yang berolahraga di pagi hari telah memiliki 27% penurunan kemungkinan terkena kanker prostat jika dibandingkan yang tidak berolahraga. Namun, kisaran tersebut berubah dari penurunan 56% lalu menjadi peningkatan 20%. Orang-orang yang berolahraga di waktu malam hari, antara pukul 19.00 dan 23.00, memiliki risiko 25% lebih rendah untuk terkena penyakit kanker prostat. 
Namun, seperti temuan pagi hari, bukti tersebut ternyata tidak signifikan secara statistik. Para peneliti kemudian menyarankan bahwa setiap efek menguntungkan dari olahraga pagi untuk risiko kanker payudara mungkin terkait dengan hormon estrogen. Kadar estrogen yang sangat tinggi berhubungan dengan peningkatan risiko terkena kanker payudara, dan olahraga dapat menurunkan kadar estrogen tersebut. Selanjutnya, produksi estrogen yang paling aktif sekitar jam 7:00 pagi Melatonin disebut juga bisa menjadi faktor penyebab. Para peneliti telah menunjukkan bahwa melatonin ini dapat melindungi dari risiko kanker dan juga olahraga di siang atau malam hari dapat menunda produksi melatonin. Seperti yang dicatat oleh para peneliti, penelitian ini memiliki keterbatasan, lalu mereka tidak dapat mendeteksi efek kecil yang mungkin dimiliki waktu yang tepat untuk berolahraga dengan pasti. 

Meskipun demikian, penelitian tersebut mengklarifikasi nilai dari mengeksplorasi hubungan antara waktu olahraga dan risiko kanker lebih lanjut. Dari Dr. Manolis Kogevinas, Direktur Ilmiah dari Severo Ochoa Distinction di ISGlobal yang ada di Barcelona dan koordinator penelitian, “Hasil ini, jika dikonfirmasi, dapat meningkatkan rekomendasi aktivitas fisik terkini untuk pencegahan kanker. [Yang] jelas adalah bahwa setiap orang dapat mengurangi risiko kanker mereka hanya dengan cukup aktif secara fisik setidaknya selama 150 menit setiap minggu